<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Thaariq092111's Weblog</title>
	<atom:link href="http://thaariq092111.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thaariq092111.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2008 08:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thaariq092111.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Thaariq092111's Weblog</title>
		<link>http://thaariq092111.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thaariq092111.wordpress.com/osd.xml" title="Thaariq092111&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thaariq092111.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sistem Perbankan Syariah</title>
		<link>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/sistem-perbankan-syariah/</link>
		<comments>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/sistem-perbankan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 08:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thaariq092111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thaariq092111.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tahun 1970-an, perbankan syariah telah muncul sebagai suatu kenyataan yang baru di dunia keuangan internasional. bank syariah modern untuk pertama kali didirikan di Dubai dengan nama Dubai Islamic Bank pada tahun 1973. Kemudian bank syariah berkembang di berbagai negara, bahkan hingga ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas non Muslim, seperti di Denmark , Luxembourg , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=7&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="MsoBodyText"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Sejak tahun 1970-an, perbankan syariah telah muncul sebagai suatu kenyataan yang baru di dunia keuangan internasional. bank syariah modern untuk pertama kali didirikan di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Dubai</span> dengan nama Dubai Islamic Bank pada tahun 1973. Kemudian bank syariah berkembang di berbagai negara, bahkan hingga ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas non Muslim, seperti di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Denmark</span> , <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Luxembourg</span> , <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Switzerland</span> , <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">United Kingdom</span> , dan Amerika Serikat. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Tujuan utama menegakkan perbankan islam di seluruh dunia adalah untuk mempromosikan, memelihara, dan mengembangkan penerapan prinsip-prinsip Islam di dalam sektor bisnis. Secara lebih khusus, tujuan bank islam dilihat dari konteks peran dalam perekonomian adalah:</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">-</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">menerapkan jasa keuangan kontemporer yang disesuaikan dengan Syariah islam;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">-</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran dengan prinsip-prinsip hukum islam;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">-</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">alokasi sumber daya keuangan yang terbatas ke dalam proyek yang lebih menguntungkan dan bermanfaat untuk perekonomian;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">-</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">membantu melindungi keseimbangan distribusi pendapatan dan sumber daya.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Oleh karena bank syariah dapat melayani siapa saja, muslim maupun non muslim, maka jasa-jasa perbankan syariah telah dilihat oleh bank-bank internasional sebagai alternatif pembiayaan bagi dunia usaha. Hal ini dilakukan misalnya oleh Citicorp, Chase Manhattan Bank, ANZ Bank, Commersbank G, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Deutsche Bank AG</span>, HSBC, Bankers Trust, JP Morgan, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Goldman Sachs</span>, dan lainnya. Sedangkan di Indonesia sendiri, bank syariah baru berdiri pada tahun 1992. Hingga tahun 1998, hanya satu bank syariah beroperasi di Indonesia . Setelah keluarnya Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 yang merubah Undang-Undang Perbankan Nomor 7 tahun 1992 dan mengakomodir peraturan tentang bank syariah, barulah lahir sank syariah lain dan berkembang dengan pesat. Pada akhir September 2007 jumlah bank syariah di Indonesia mencapai 28 Bank, terdiri dari 3 Bank Umum Syariah (BUS) dan 25 Unit Usaha Syariah (UUS) bank umum. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Sementara itu, di beberapa negara Eropa berkembang suatu sistem perbankan yang dikenal sebagai <em>Universal Banking</em>. <em>Universal Banking</em> adalah suatu system perbankan di yang bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penjamin hutang perusahaan dan atau menjadi pemegang saham (pemodal) pada perusahaan sekuritas. Sebagai contoh, perbankan umum di Jerman, dapat menerima simpanan berjangka, meminjamkan uang, penjamin saham perusahaan, dan berperan sebagai penasihat investasi perusahaan besar. Dalam system <em>Universal Banking</em>, tidak ada pemisahaan antara perbankan komersial dengan perbankan investasi. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Universal Banking System</em> memungkinkan bank untuk menggunakan informasi nasabah dengan lebih baik dan mengijinkan perbankan menjual lebih banyak servis di bawah satu atap seperti “<em>Financial Supermaket</em>”. Sisi negatif dari sistem ini, adalah adanya kemungkinan konsentrasi kekuatan ekonomi pada sejumlah kecil institusi bank besar yang memegang modal pada perusahaan yang juga berperan sebagai peminjam dana.</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;">Dalam perkembangannya, sistem perbankan syariah dapat diterima oleh semua masyarakat keuangan internasional, bukan hanya yang beragama Islam, dan terus tumbuh dengan signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan nilai-nilai dalam operasional bank syariah terus berorientasi kepada etika bisnis yang sehat dan juga menawarkan jasa-jasa yang jauh lebih banyak daripada perbankan konvensional. Perbankan syariah dapat menawarkan jasa-jasa lebih dari yang ditawarkan oleh investment banking, karena jasa-jasa bank syariah merupakan suatu kombinasi yang dapat diberikan oleh <em>commercial bank</em>, <em>finance company</em>, dan <em>merchant bank</em>. Oleh karena itu, system perbankan syariah berpeluang besar dikembangkan sebagai <em>universal banking</em>. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selain di beberapa negara Eropa, <em>universal banking</em> system juga digunakan sebagi model bagi beberapa lembaga perbankan di Amerika. Namun terdapat perbedaan penerapan antara di Eropa dengan di Amerika. Secara umum, isu-isu<span> </span><em>universal banking</em> pada sistim perbankan di daratan Eropa. berkisar pada hal-hal sebagai berikut:</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:black;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="color:black;"><span style="font-size:small;">Konsep <em>universal banking</em> dimana bank memegang kendali sepenuhnya posisi asset jangka pendek dan jangka panjang memungkinkan bank untuk mengurangi <em>information asymmetries</em> dan <em>internalise risk</em>. Namun pada sisi lain kondisi ini akan mendorong <em>moral hazard</em> akibat “pasar ganda” dimana pada saat terjadi krisis ekonomi, bank yang memiliki informasi lengkap akan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">segera</span> meninggalkan pasar. Begitu kondisi nasabah memburuk bank bisa mensekuritisasi pembiayaannya dan menjual portfolionya.</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:black;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="color:black;"><span style="font-size:small;">Penerapan <em>universal banking</em> juga akan mendorong beberapa problem <em>moral hazard</em> seperti; rendahnya <em>return</em> riil para deposan, tingginya <em>return</em> relatif yang mendorong bank dan nasabah untuk menciptakan misalokasi dana, tingginya biaya bank ketika <em>moral hazard</em> memburuk, bank terdorong untuk mengambil posisi penyertaan lebih besar.</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara itu, isu yang muncul pada penerapan konsep <em>universal banking</em> versi Amerika adalah ketidakmampuan bank untuk memenuhi harapan <em>stakeholder</em>. Pada mulanya, munculnya konglomerasi industri keuangan diharapkan akan menciptakan keuntungan yang signfikan; (1) tingginya tingkat efisiensi dan profitabilitas akibat semakin tingginya skala ekonomis, (2) peningkatan tingkat kesehatan bank akibat diversifikasi usaha (3) tingkat kepuasan nasabah semakin tinggi karena konsep <em>one-stop shopping</em> akan mengurangi biaya.</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada kenyataannya kondisi perbankan di Amerika dan secara global memperlihatkan bahwa bank-bank besar dengan konsep <em>universal banking</em> secara umum gagal untuk mewujudkan <em>improvement</em> pada tingkat efisiensi, profitabilitas, <em>value</em> nasabah dan pemegang saham. Konglomerasi perbankan malah memperbesar <em>systemic risk</em> karena mereka terdorong untuk memasuki aktifitas dengan return dan risiko yang tinggi terkait dengan pasar modal. Pada akhirnya peningkatan risiko ini mendorong fenomena “<em>too big to fail</em>”. </span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:black;">Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa sistem perbankan syariah yang </span>dapat menawarkan jasa-jasa lebih dari yang ditawarkan oleh <em>investment banking</em>, berpeluang besar dikembangkan sebagai <em>universal banking</em>. Dengan demikian, h<span style="color:black;">al-hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi perbankan Syariah pada konsep universal banking adalah konsistensi pemeliharaan dan pengembangan penerapan prinsip-prinsip Islam di dalam sektor bisnis. Prinsip-prinsip ekonomi islam yang harus dipertahankan bagi konsep <em>universal banking</em> adalah nilai keadilan, efisiensi, stabilitas, dan  pertumbuhan.</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nilai keadilan dapat dirasakan dengan menggunakan sistem perbankan Syariah adalah sebagai berikut:</span></span></div>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Risiko usaha dibagi lebih adil antara pelaku usaha dengan pemilik modal;</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengganti pengembalian yang tetap dengan pembagian proporsional dari keuntungan yang akan menentukan pengembalian yang adil pada modal tanpa peduli apakah keuntungan usaha tinggi atau rendah dan tidak peduli pada tingkat harga yang dipengaruhi oleh inflasi, stabilitas dan deflasi;</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kekayaan akan menghasilkan kekayaan kembali kepada pemilik ketika pekerjaan dalam aktivitas ekonomi pada akhirnya memberikan nilai tambah.</span></span></li>
</ol>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nilai efisiensi yang harus dapat diperoleh dengan memanfaatkan perbankan syariah pada konsep <em>universal banking</em> adalah:</span></span></span></div>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perbedaan dalam pembiayaan yang cenderung pada pembagian risiko modal, yakni dengan melakukan pembiayaan yang bermanfaat, namun tidak harus sangat produktif dalam menghasilkan laba;</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pembagian hasil dan atau keuntungan disepakati secara adil antara pemberi dan pengguna modal, dengan keputusan akhir bersama untuk usaha;</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menjaga hubungan sosial antara kelas yang berbeda pada pemberi dan pengguna modal.</span></span></span></li>
</ol>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"> </span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penggunaan prinsip non bunga akan menjadi faktor pendukung stabilitas, karena dapat mengurangi kecenderungan inflasi serta penciptaan uang yang tidak berhubungan dengan investasi produktif.</span></span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memperhatikan bahwa <em>Universal Banking</em> adalah suatu sistem perbankan yang bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penjamin hutang perusahaan dan atau menjadi pemegang saham (pemodal) pada perusahaan sekuritas, serta hal-hal yang berkaitan dalam ekonomi islami, yakni keberagaman jenis kerjasama serta tujuan nilai keadilan, efisiensi, stabilitas dan pertumbuhan, maka dapat disimpulkan bahwa sistem <em>universal banking</em> cocok diterapkan dengan sistem perbankan syariah. Penerapan nilai-nilai syariah diharapkan juga dapat meminimalkan permasalahan moral<span style="color:black;">.dalam </span>konsep <em>universal banking</em> secara global.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thaariq092111.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thaariq092111.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=7&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/sistem-perbankan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e4869c53d5645288ad25f5d4a55d2c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thaariq092111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan&#8221;kritis&#8221;islam</title>
		<link>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/kepemimpinankritisislam/</link>
		<comments>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/kepemimpinankritisislam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 08:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thaariq092111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thaariq092111.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=5&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.  Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.  Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang أ¢â‚¬?kritisأ¢â‚¬â„¢ (baca: mengkhawatirkan).  Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak maأ¢â‚¬â„¢sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?  Rasulullah saw. bersabda: أ¢â‚¬إ“Ambillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?أ¢â‚¬? (HR al-Askari)  Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, أ¢â‚¬إ“Man ahsanal istimaأ¢â‚¬â„¢, taأ¢â‚¬â„¢ajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaatأ¢â‚¬?. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak أ¢â‚¬إ“isiأ¢â‚¬? pembicaraan dan bukan أ¢â‚¬إ“siapaأ¢â‚¬? yang berbicara. أ¢â‚¬إ“Perhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata!أ¢â‚¬?  Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang أ¢â‚¬?kritisأ¢â‚¬â„¢ (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.  Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan أ¢â‚¬?kritisأ¢â‚¬â„¢ alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan[O. Solihin]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thaariq092111.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thaariq092111.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=5&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/11/03/kepemimpinankritisislam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e4869c53d5645288ad25f5d4a55d2c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thaariq092111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/08/04/hello-world/</link>
		<comments>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/08/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 09:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thaariq092111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=1&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thaariq092111.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thaariq092111.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thaariq092111.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thaariq092111.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thaariq092111.wordpress.com&amp;blog=4410516&amp;post=1&amp;subd=thaariq092111&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thaariq092111.wordpress.com/2008/08/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e4869c53d5645288ad25f5d4a55d2c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thaariq092111</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
